Mang H. Oyo: Gurih Kental Bubur Ayam Cakwe Yang Populer Semenjak 1970
Foto: dok. detikFoodJakarta - Sore ini ada di Bandung? Anda dapat menghangatkan perut dengan semangkuk bubur ayam Mang H. Oyo. Racikannya sudah ada semenjak 1970 dengan ciri khas bubur yang kental dan gurih. Mantap!
Selain Pak H. Amid, Bandung punya daerah makan bubur yummy berjulukan Bubur Ayam Mang H. Oyo. Lokasinya ada di Jalan Sulanjana, tepatnya di Vandel Cafe dan menyatu dengan beberapa penjaja masakan lainnya.
Ditemui detikFood (25/11), Budi dari Manajemen Bubur Mang H. Oyo menyampaikan awalnya H. Oyo berjualan bubur ayam di gerobak sambil berkeliling sekitar tahun 1970. Racikan buburnya disukai hingga ia membuka gerai tetap.
Area Bersantap di Bubur Ayam Mang H. Oyo (Foto: dok. detikFood) |
Bubur Ayam Mang H. Oyo buka dari jam 6 pagi hingga 9 malam. Menunya antara lain bubur ayam komplet, ati ampela, telur, cakwe dan polos. Bisa juga tambah topping menyerupai daging ayam, ati ampela, telur dan cakwe secara terpisah.
Meski ingin tau bubur ayam ati ampela yang jadi favorit, kami terpaksa melewatkannya alasannya yakni stok ati ampela habis ketika kami mampir. Pilihanpun jatuh pada Bubur Ayam Cakwe (Rp 13.000) dengan tambahan sebutir telur rebus (Rp 4.000).
Mengintip proses peracikan bubur, kami heran alasannya yakni pegawai nampak sengaja membalikkan mangkuk berisi bubur. Rupanya ini sudah jadi ciri khas Bubur Ayam Mang H. Oyo untuk menawarkan bahwa bubur begitu kental hingga tak jatuh meski mangkuk dibalik.
Membalikkan Bubur untuk Menunjukkan Tekstur Bubur yang Kental (Foto: dok. detikFood) |
"Bubur Mang Oyo punya ciri khas. Kalau inget bubur Mang Oyo itu kalau dibalikkin nggak tumpah," tutur Budi. Seperti halnya bubur gaya Bandung lain, bubur ayam tidak menggunakan kuah. Hanya berupa bubur nasi bertopping suwiran ayam dan bagian cakwe yang royal.
Nyammm! Meski tak pakai kuah, rasa bubur ini sudah gurih. Anda juga dapat meraciknya dengan menggunakan perhiasan dan menuangkan kecap manis, kecap asin atau lada sesuai selera. Kalau kami lebih menyukai versi original sehingga rasa buburnya asli.
Soal pelengkap, tak perlu khawatir kebanyakan kacang atau daun bawang. Pasalnya Anda dapat meminta perhiasan bubur dipisah sehingga menambahkannyapun sesuai selera.
Bubur Ayam Disajikan Terpisah dengan Pelengkapnya (Foto: dok. detikFood) |
Suwiran ayam dan bagian cakwe yang jadi topping bubur terasa gurih-gurih enak. Tak lupa kami mencampurkan kerupuk ke dalam bubur untuk sentuhan renyah. Oia, kami juga memesan 4 tusuk sate kulit (Rp 12.000) untuk teman menyantap bubur.
Karena tekstur bubur begitu kental, menghabiskan 1 porsi bubur benar-benar bikin kenyang. Menurut Budi, pihak Mang H. Oyo memang sengaja menggunakan rasio beras lebih banyak dibanding air untuk menghadirkan tekstur kental.
Kami juga sempat Lontong Kari plus telur rebus (Rp 23.000) di sini. Nampak bagian lontong berendam dalam kuah opor ayam. Potongan ayam berwarna kekuningan dan telur rebus ditaruh di atasnya. Tak lupa taburan bawang goreng dan dua buah kerupuk.
Lontong Kari yang Juga Nikmat (Foto: dok. detikFood) |
Wah, lontong kari juga terasa nikmat! Lontongnya empuk lembut, berpadu yummy dengan opor ayam yang gurih ringan. Tak butuh perjuangan lebih mengoyak daging ayam alasannya yakni dagingnya sudah lembut.
Jam buka yang panjang menciptakan gerai Bubur Ayam Mang H. Oyo dapat jadi daerah pilihan menumpas lapar. Ada bubur hangat yang selalu tersedia untuk sarapan, makan siang atau makan malam.
Budi menuturkan dalam sehari pihaknya dapat menjual 120 porsi pada hari biasa. Sementara kalau final pekan, jumlahnya dapat naik 2 kali lipat.
Bubur Ayam Mang H. Oyo
Vandel Cafe
Jalan Sulanjana, Nomor 30
Area Bersantap di Bubur Ayam Mang H. Oyo (Foto: dok. detikFood)
Membalikkan Bubur untuk Menunjukkan Tekstur Bubur yang Kental (Foto: dok. detikFood)
Bubur Ayam Disajikan Terpisah dengan Pelengkapnya (Foto: dok. detikFood)
Lontong Kari yang Juga Nikmat (Foto: dok. detikFood)
Belum ada Komentar untuk "Mang H. Oyo: Gurih Kental Bubur Ayam Cakwe Yang Populer Semenjak 1970"
Posting Komentar