Brongkos Yang Gurih Mlekoh Ini Bikin Ketagihan
Foto: detikfoodJakarta - Meski disebut seakan-akan rawon tetapi brongkos khas Yogyakarta ini punya keunikan. Kuahnya lebih gurih pekat dan kaya bumbu dan isian.
Brongkos ialah masakan khas Yogyakarta yang paling jarang merantau keluar daerahnya. Sepintas seakan-akan rawon, isinya terdiri dari daging sapi, kacang tolo, dan tahu sehingga banyak disukai.
Entah kenapa, setiap kali membicarakan brongkos, aku selalu ingat almarhum Umar Kayam yang memang sangat menyayangi masakan khas Jawa ini. Sampai-sampai supirnya – yang terkenal dengan sebutan Mister Rigen – berlatih mati-matian di dapur semoga sanggup menyajikan brongkos yang enak.
Semua "anak buah" Pak Kayam pastilah telah menikmati pengayaan gizi lewat brongkos istimewa masakan Mister Rigen. Sering disebut seakan-akan rawon, tetapi kehadiran kacang tolo dan tahu di dalam menu ini pun membuatnya makin berbeda dari rawon.
Foto: detikfood |
Menurut saya, brongkos termasuk kuliner yang gampang disukai (easy to like). Pertama, alasannya masakan berkuah membuatnya terasa segar, khususnya di alam tropis yang sering terik. Kedua, alasannya isinya terdiri dari daging sapi, kacang tolo, dan tahu yang memang merupakan bahan-bahan kuliner terkenal yang disukai orang.
Di Yogyakarta dan sekitarnya sanggup dijumpai beberapa penjual brongkos unggulan yang masing-masing memiliki ciri khasnya. Salah satu yang legendaris ialah Brongkos Bu Padmo di bawah Jembatan Krasak, sekitar 30 menit di Utara kota – di lintasan Yogyakarta-Muntilan. Uniknya, sekalipun tempat ini resminya berjulukan Warung Ijo, tetapi orang lebih mengenalnya sebagai Warung Bu Padmo.
Brongkos Bu Padmo rasanya intens, dengan santan yang mlekoh. Dagingnya empuk, dan disajikan dalam porsi yang generous – baik daging sapi maupun kacang tolo-nya. Kacang tolo-nya pun sangat empuk, dengan bumbu yang terserap sempurna.
Di dalam Kota Yogyakarta, di daerah Alun-alun Selatan Kraton Yogyakarta, ada Warung Pecel Handayani yang juga punya brongkos berkelas juara. Keistimewaan brongkos di sini ialah menggunakan taburan emping mlinjo.
Foto: detikfood |
Ada juga Brongkos Koyor Kotik (dari Koh Tik) di Jalan Gandekan, bersahabat Malioboro. Sesuai namanya, irisan daging koyornya yang besar-besar. Istimewanya, brongkosnya menggunakan kulit buah mlinjo. Warung tenda ini hanya buka malam hari. Pemakaian koyor dalam Brongkos Kotik ini sepertinya memberi ide bagi beberapa penjual brongkos untuk menambahkan kikil dalam masakannya.
Akhir-akhir ini, alasannya agak malas keluar kota, aku menemukan brongkos di Warung Soto Ngasem yang ternyata dilanggani Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Probosutedjo. Alasan aku menyukai brongkos ini terutama ialah alasannya kuahnya terasa lebih encer, tidak seberapa bersantan.
Kadang-kadang ada juga yang memasukkan telur rebus ke dalam masakan brongkos. Telur menjadi semakin padat alasannya direbus usang – seakan-akan telur pindang – dan menyerap bumbunya yang gurih, sehingga mengakibatkan menu ini lebih istimewa.
Pendamping yang cocok untuk brongkos ialah telur asin dan kerupuk kulit. Taburan bawang merah goreng yang renyah juga akan meningkatkan citarasa brongkos.
Foto: detikfood
Foto: detikfood
Belum ada Komentar untuk "Brongkos Yang Gurih Mlekoh Ini Bikin Ketagihan"
Posting Komentar