Kalau Ada Di Pati, Jangan Lupa Jajan Nasi Gandul Plus Es Kawista Segar

Foto: detikFoodFoto: detikFood

Jakarta - Kalau sedang di Pati, kuliner berkuah nan gurih ini paling cocok disantap dengan didampingi es sirup kawista yang anyir aromanya .

Mengapa disebut nasi gandul? Ini ia jawabannya!

Nasi gandul ialah sajian khas Pati, Jawa Tengah. Dilihat sepintas, ia sangat seolah-olah dengan nasi pindang dari Kudus, tetapi tanpa daun so (daun melinjo muda). Kalau nasi pindang kudus ialah hasil persilangan antara soto dan rawon, maka nasi gandul pati ialah persilangan antara soto dan gule.

Nasi gandul memang lebih nendang dan mlekoh rasanya bila dibanding dengan nasi pindang. Sajian ini merupakan kombinasi dari dua kuliner yang masing-masing dimasak dengan bumbu sangat kaya.

Kalau Ada di Pati, Jangan Lupa Jajan Nasi Gandul Plus Es Kawista SegarFoto: Arif Syaefudin/detikcom

Elemen pertama ialah empal daging sapi (juga termasuk jeroan) yang dimasak dalam bumbu-bumbu harum, lalu digoreng sebentar. Empalnya sudah gurih bila dimakan begitu saja. Elemen kedua ialah kuah santan yang juga sangat gurih. Rasa jintan dan ketumbar mencuatkan citarasa gulai atau kari India.

Sedangkan lengkuas dan bawang putih mewakili unsur-unsur soto yang terkenal di Jawa. Diperkaya dengan bumbu-bumbu lain, diikat dengan santan yang membuatnya sungguh mak nyuss!

Tidak semua penjual nasi gandul – baik di Pati, maupun di kota-kota lain – menyajikannya dengan cara yang sama. Tetapi, yang pasti, hampir semua penjual nasi gandul menggunakan ganjal piring dari daun pisang. Tampaknya ini merupakan ciri penting yang dihentikan tidak.

Kalau Ada di Pati, Jangan Lupa Jajan Nasi Gandul Plus Es Kawista SegarFoto: Arif Syaefudin/detikcom

Sebagian penjual menggunakan gunting untuk memotong-motong daging maupun jeroan. Cara menggunting ini juga terkenal dilakukan di Kudus, contohnya dikala menyajikan nasi pindang. Para penjual nasi kari ayam di Medan pun menggunakan gunting untuk memotong-motong daging ayam.

Ada penjual nasi gandul yang menuang kuah di atas nasi, lalu menggunting-gunting empal di atasnya. Tetapi, ada pula yang menggunting empalnya dan menaburkannya di atas nasi, gres lalu dituangi kuah. Di atasnya ditaburi bawang merah goreng yang renyah.

Mengapa disebut nasi gandul? Pertanyaan sederhana ini ternyata sulit menemukan jawabnya. Hampir tidak ada tanggapan memuaskan, termasuk dari mereka yang berdagang nasi gandul. Satu-satunya tanggapan yang agak masuk nalar ialah alasannya ialah nasi dan kuahnya "gemandul" (bergantung) di atas piring yang terlebih dulu dialasi daun pisang.

Lauk wajib untuk nasi gandul ialah tempe goreng. Biasanya tempenya ialah jenis yang dibungkus individual. Tipis, padat, dan kering. Teksturnya yang garing itu sangat padan dengan tendangan kuah nasi gandul yang mantap. Tentu saja, lauk-pauk gorengan lainnya juga cocok untuk mendampingi nasi gandul.

Kalau sedang di Pati, kuliner berkuah nan gurih ini paling cocok disantap dengan didampingi es sirup kawista yang aromanya sangat harum.

Belum ada Komentar untuk "Kalau Ada Di Pati, Jangan Lupa Jajan Nasi Gandul Plus Es Kawista Segar"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel