Orang Osaka Sekarang Mulai Jarang Makan Takoyaki, Kenapa Ya?
Foto: IstimewaJakarta - Camilan berbentuk bola dengan rasa gurih ini sekarang terkenal di Indonesia. Tapi di Osaka, di tempat asalnya justru mulai surut kepopulerannya.
Pertama kali masakan ringan ini diperkenalkan oleh The Ikunoku Ward, Osaka, dengan nama radioyaki tahun 1933. Radioyaki ialah campuran lingkaran yang berisikan daging dan soy sauce. Nama radio digunakan untuk membuat kesan mahal yang sama dengan elektronik ini.
Namun, banyak konsumen yang menginginkan isian oktopus dari pada daging. Tahun 1935 munculah takoyaki yang menggantikan radioyaki. Tako ialah oktopus dalam bahasa Jepang. Popularitas takoyaki pun naik di aneka macam wilayah di Jepang.
Foto: Istimewa |
Di tempat asalanya Osaka, takoyaki sangat digandrungi. Hampir di setiap sudut jalan ada penjual takoyaki. Di sana Anda juga sanggup menemukan takoyaki dengan bermacam-macam rasa menyerupai rasa soda, Pringles, dan karamel.
Baca Juga : Nyam! yang Terbaru dari Osaka Takoyaki Hitam Pekat
Karena orang di Osaka sangat praktis memperolehnya, banyak yang menyampaikan orang melahap takoyakinya menyerupai main game Pac man. Hingga dibentuk poster game Pac Man dengan mengganti titik yang biasa mereka makan dengan takoyaki.
Tapi menurut survei oleh Sankei Shimbun West, 75% penduduk Osaka memakan takoyaki sebulan sekali atau bahkan lebih jarang dari itu, lapor Rocket News (29/11).
Mereka menanyai 50 orang penduduk di sentra kota Osaka mengenai takoyaki. Sebanyak 44 orang menyukainya dan 6 lainnya menyukainya dengan biasa saja. Karenanya disimpulkan bahwa tak ada orang yang tidak menyukai takoyaki.
Foto: Istimewa |
Saat 44 orang tersebut ditanya seberapa sering mereka memakan takoyaki, didapati hal mengejutkan. Sebanyak11 orang memakan takoyaki dua hingga empat kali sebulan. Sebanyak 26 orang mengaku memakan takoyaki sebulan sekali hingga tiga bulan sekali. Sedangkan 7 lainnya hanya memakan takoyaki tiga kali dalam setahun.
Mengapa penduduk Osaka jarang mengonsumsi masakan khas daerahnya? Ada yang menyebutkan kalau mereka sanggup memakan takoyaki kapan saja, tidak sempat membeli, dan bahkan ada yang merasa harga takoyaki mahal, setara dengan harga nasi dan kari.
Bisa jadi ini alasannya ialah takoyaki berada di area bubuk abu. Bisa jadi masakan ringan atau masakan utama. Jika sebagian orang bilang tidak ada laba memakan takoyaki, itu alasannya ialah takoyaki terlalu berat sebagai camilan. Sebaliknya, kalau sebagai lauk makan, banyak orang yang aib melakukannya. Walau ada juga orang Jepang yang makan takoyaki dengan nasi.
Foto: Istimewa |
Walau demikian, banyak orang di Osaka yang dengan bahagia hati mendapatkan kalau ditawari takoyaki. Tapi masakan ini tidak cocok bagi mereka yang sedang diet.
Walau ekspresi dominan penduduk lokal pada takoyaki berkurang, tidak menyurutkan niat penjual takoyaki untuk berjulan di sana. Usaha ini masih menguntungkan alasannya ialah banyak turis yang ingin merasakan takoyaki orisinil Osaka. Kaprikornus jangan khawatir bagi Anda yang ingin tiba khusus ke Osaka demi merasakan menu ini.
Baca Juga: Kalau ke Osaka, Jangan Lupa Jajan Takoyaki Enak di 8 Tempat Ini
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa
Belum ada Komentar untuk "Orang Osaka Sekarang Mulai Jarang Makan Takoyaki, Kenapa Ya?"
Posting Komentar