Menunggu Ayam Ditangkap, Bumbunya Disiapkan

Foto: Odilia WinnekeFoto: Odilia Winneke

Jakarta - Dari semua sajian ayam goreng Nusantara, ayam tangkap boleh dibilang sebagai salah satu yang terbaik. Tapi, kenapa ya disebut ayam tangkap?

Ureung (orang) Aceh punya pujian untuk kuliner ayam goreng yang sangat khas. Nomenklatur ayam tangkap ini sebenarnya lahir dari gurauan para tamu yang memesan ayam goreng khas ini di rumah-rumah makan. Biasanya, para tamu harus menunggu cukup usang hingga ayam gorengnya disajikan. Saking lamanya, para tamu sering bertanya kepada pelayan: "Mana ayam gorengnya? Kok usang sekali? Ayamnya sedang ditangkap, ya?"

Maklum, sajian ini memang harus disiapkan a la minute. Begitu tamu memesan, maka dapur pun harus segera menyiapkannya from scratch. Memang, itu tidak berarti ayamnya harus ditangkap dulu. Tetapi, bumbunya harus baru, dan ayamnya pun harus direndam dalam bumbu selama 10-15 menit biar meresap.

Menunggu Ayam Ditangkap, Bumbunya DisiapkanFoto: iStock

Sebetulnya, ayam tangkap bukanlah resep warisan leluhur yang telah diturunkan dari generasi ke generasi. Masakan khas yang kini menjadi ikon kuliner Aceh ini ialah kreativitas baru, tetapi mencerminkan gagrak kuliner yang sangat khas Aceh.

Bumbunya termasuk minimalis. Tetapi, keberhasilan kuliner ini sangat bergantung pada teknik memasak – khususnya cara menggoreng. Bila keseimbangan bumbu tidak tepat, dan cara menggorengnya salah, maka kuliner ini tidak ubahnya ibarat ayam goreng biasa.

Potongan ayam segar direndam (marinasi) dalam bumbu-bumbu sederhana, yaitu: bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, asam jawa, dan kunyit. Bumbu-bumbu dihaluskan dalam keadaan mentah, kemudian dicairkan dengan air hangat. Bumbu cair ini digunakan untuk merendam serpihan ayam selama 10-15 menit.

Teknik menggoreng juga sangat menentukan. Di rumah-rumah makan di Aceh, biasanya digunakan wajan berukuran besar dengan minyak goreng yang sangat banyak. Minyaknya harus mendidih sebelum serpihan ayam dimasukkan. Jumlah serpihan ayam yang dimasukkan dihentikan terlalu banyak.

Menunggu Ayam Ditangkap, Bumbunya DisiapkanFoto: iStock

Menjelang matang, dimasukkan serpihan daun pandan, daun salam koja (temurui), dan cabai hijau. Hasilnya ialah ayam goreng yang sangat gurih, sangat empuk dan juicy, serta sangat harum. Aroma daun temurui dan pandan sangat menggugah selera. Mak nyuss!

Rumah makan yang dianggap sebagai perintis ayam tangkap di Banda Aceh ialah Cut Dek. Sampai kini RM Cut Dek masih berhasil mempertahankan kualitas serta popularitasnya sebagai penyedia ayam tangkap terbaik. Tetapi, kini sudah makin banyak rumah makan lain yang mengikuti jejak Cut Dek.

Salah satu yang juga dianggap juara ialah RM Aceh Rayeuk. Karena ayam merupakan comfort food bagi hampir seluruh masyarakat Indonesia, tidak heran bila ayam tangkap cepat disukai orang. Dari semua sajian ayam goreng Nusantara, ayam tangkap boleh dibilang sebagai salah satu yang terbaik.

Belum ada Komentar untuk "Menunggu Ayam Ditangkap, Bumbunya Disiapkan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel